
Munculnya teknologi USG (ultrasonografi) merupakan impian para ahli
kebidanan, seperti Prof Ian Donald -pelopor USG diagnostik asal
Skotlandia, untuk memiliki alat pencitraan yang tidak "merugikan" janin,
aman, dan mudah dioperasionalkan. Teknologi USG pun semakin canggih,
dimulai dari gambar hitam putih tak bergerak (2 dimensi), rekonstruksi 3
dimensi, hingga 4 dimensi atau gambar bergerak (
live 3D).
USG
4D dihadirkan karena USG 3D dirasa belum cukup karena belum mampu
merekam gerak janin. Sebenarnya banyak dokter yang tak mau menyebut USG
ini dengan nama 4D, melainkan live 3D atau 3D real time mengingat dimensi
itu hanya ada tiga. Namun, produsen dan pemasar produknya lah yang
menggunakan nama ini supaya lebih menarik perhatian konsumen. Akhirnya,
nama USG 4D pun digunakan lebih umum.
Kemampuan USG 4D hampir sama
dengan 3D, seperti mampu lebih akurat membaca kelainan pada janin. Di
usia kandungan 11-14 minggu, USG 4D bisa
mengidentifikasikan kelainan
hingga 85 persen, mampu mengidentifikasi
down's syndrome dan
kelainan kromosom lain, serta kelainan jantung bawaan dini. Di usia
kandungan 18-22 minggu mampu mendeteksi kelainan janin struktural (
detail anomaly scan).
Sementara di usia kandungan 28-32 minggu mampu mendeteksi kelainan
pertumbuhan janin, kelainan letak janin, letak plasenta, tali pusat,
jumlah air ketuban, profil biofisik janin, kelainan organ janin yang
baru tampak pada usia kehamilan lanjut (seperti pada otak, ginjal, dan
lainnya), serta kelainan letak tulang bayi.
Kelebihan USG 4D yang
tidak dimiliki 3D adalah mampu melihat gerakan-gerakan janin, seperti
menghisap ibu jari, menendang, memukul, ngulet, dan lainnya, sehingga
USG 4D bisa memberikan informasi lebih banyak mengenai keadaan janin,
terutama dalam pengamatan perilaku janin (fetal behavior). USG 4D pun
mampu menyimpan gerakan atau penampilan di dalam database komputer yang
selanjutnya bisa dilihat ulang seperti kita melihat film. Salinannya
dapat disimpan di CD atau flashdisk.