Friday, October 12, 2012

Batas Usia Kehamilan Boleh Melakukan Hubungan Seks


Seks atau hubungan Suami Istri pada saat hamil, Apakah berbahaya???

Hal ini sering sekali ditemukan pada kasus ibu hamil anak pertama. Tetapi ternyata setelah diteliti dari beberapa sampel, tidak hanya ibu hamil dengan anak pertama saja yang mempunyai masalah tersebut. Ternyata ada juga yang sudah mempunyai anak ke 3 pun merasa takut untuk melakukannya? Dengan berbagai alasan yang ditakutkan. Karena itu, mari kita kupas sedikit tentang hal tersebut

Kehamilan bukan masalah ataupun penghalang aktivitas seksual. Senggama boleh dilakukan selama kehamilan dalam keadaan sehat.


Konon, wanita hamil lebih mudah mencapai orgasme ganda. Hal ini terjadi karena berbagai hormon wanita dan hormon kehamilan mengalami peningkatan. Ini menyebabkan perubahan pada sejumlah organ tubuh antara lain, payudara dan organ reproduksi, termasuk Vagina sehingga menjadi lebih sensitif dan responsif.

Libido (hasrat seksual) dan keinginan untuk menikmati hubungan intim selama masa kehamilan sangat bervariasi. Umumnya dorongan seksual akan menurun di triwulan pertama (1 - 3 bulan). Maklum saja perubahan hormon yang menimbulkan mual-mual membuat ibu merasa enggan berhubungan intim. Tetapi, memasuki triwulan ke 2 (4-6 bulan), dorongan seksual kembali meningkat. Hal ini sejalan dengan hilangnya keluhan mual pada ibu. Kemudian Libido ini menurun lagi pada triwulan ke 3 (7-9 bln) akibat ukuran dan berat janin yang semakin meningkat.

Tidak ada batasan waktu kapan saat yang tepat untuk bersenggama selama hamil. Asalkan kehamilan dinyatakan tidak memiliki resiko apapun, lakukanlah senggama kapanpun menginginkannya, bahkan sampai menjelang persalinan. Dengan tetap menikmati aktivitas yang satu ini bersama suami, ibu dapat saling berbagi rasa takut maupun kekhawatiran, serta stress yang mungkin muncul selama masa kehamilan.



Jika kehamilan beresiko, misalkan letak plasenta tidak pada posisi yang seharusnya (plasenta previa), lebih baik berkonsultasi dulu ke Dokter. Begitu juga kalau ibu mengalami pendarahan selama hamil, pendarahan ringan, seperti keluarnya flek-flek pada kehamilan triwulan pertama, maka TUNDA dahulu keinginan untuk melakukan hubungan intim.

Hubungan seksual selama hamil juga bermanfaat sebagai persiapan bagi otot-otot panggul untuk menghadapi proses kelahiran nanti.

Setelah melahirkan, sebaiknya senggama dilakukan setelah masa nifas (40 hari)

INGAT !

Sangat penting untuk menjaga kebersihan sebelum dan sesudah melakukan hubungan suami istri untuk mencegah terjadinya infeksi yang dapat berakibat terjadinya kelahiran Prematur.

sumber :  http://gerakan-sehat.blogspot.com




Artikel Terkait