Saturday, April 23, 2016

Kembali ke Hubungan Intim Setelah Melahirkan


Dunia Hawa - Setelah memiliki anak, semua hal tentang hubungan Papa dan Mama akan jadi berbeda, apalagi dengan berkurangnya waktu tidur, perubahan hormon serta pemulihan dari proses kelahiran yang dialami Mama. Mama adalah ibu dari anak Papa. Dengan kenyataan itu, Papa mungkin akan semakin menyayangi Mama, dan Papa merasa semakin terhubung secara emosional dengan Mama. Lalu bagaimana dengan hubungan fisik? Pada masa awal setelah kelahiran, kemungkinan besar Mama akan merasa tidak menarik.

Tubuh Mama belum sepenuhnya pulih setelah melahirkan, berat badan Mama belum sepenuhnya kembali seperti sebelum masa kehamilan, kesibukan mengurus anak dan rumah membuat perawatan diri sederhana seperti mandi menjadi sangat ‘mewah’ dan sulit didapat, dan payudara Mama yang belum terbiasa dengan proses menyusui masih terasa sakit. ASI yang bocor pada saat yang tidak terduga pun tidak membuat keadaan menjadi lebih mudah. Jadi jangan kaget bila pada masa-masa ini Mama tidak tertarik untuk berhubungan suami istri dengan Papa. Hal ini mungkin membuat Papa merasa cemburu, tertinggal, atau tergantikan. Tapi jangan asumsikan hal ini disebabkan karena Mama lebih mencintai si kecil dari Papa. Pada akhirnya hubungan seks antara Papa dan Mama akan kembali normal.

Tapi ada beberapa penyesuaian yang harus Papa lakukan untuk merayu Mama:

1. Lakukan secara halus. Jangan menekan Mama untuk segera memenuhi kebutuhan Papa. Bersabarlah menunggu sampai Mama siap, baik secara fisik maupun mental, sebelum mengajak Mama untuk berhubungan intim lagi. Pemaksaan justru akan membuat Mama tertekan dan memperburuk keadaan. Seks yang dimotivasi oleh keinginan lebih baik daripada yang didorong oleh kewajiban.

2. Tunggu dengan sabar. Walaupun dokter Mama sudah memberi lampu hijau dan mengatakan bahwa fisik Mama sudah cukup pulih untuk berhubungan intim, bukan berarti Mama sudah siap secara mental. Meskipun tubuhnya siap, tapi pikiran Mama mungkin tidak siap untuk hal-hal yang berkaitan dengan seks, sehingga dia tidak akan bisa berhubungan intim dengan Papa hingga beberapa minggu setelah melahirkan

3. Rayu Mama dengan cara baru. Rayuan untuk Mama yang berhasil sebelum kehamilan atau melahirkan mungkin tidak akan memberi efek yang sama pada masa awal setelah melahirkan. Bantu Mama melakukan pekerjaan rumah tangga, ajak si kecil berjalan-jalan untuk memberi Mama waktu istirahat, siapkan teh hangat untuk Mama, atau pijat pundak dan kakinya yang lelah. Semua itu akan memberikan efek lebih positif dari semua aphrodisiac di dunia.

Bila akhirnya Mama sudah siap, penyesuaian lanjutan pada hubungan intim juga perlu dilakukan:

1. Kebanyakan Mama yang menyusui tidak menyukai stimulasi pada payudaranya pada saat berhubungan intim. Untuk sementara waktu, bagian tubuh itu eksklusif untuk anak tersayang. Kalaupun Mama tidak memiliki masalah dengannya, bisa jadi Papa yang agak terganggu dengan ASI yang bocor pada saat Papa dan Mama berhubungan intim. Untuk menghindari gangguan ini, Mama bisa mengosongkan payudara dengan cara memerah ASI atau menyusui si kecil sebelum berhubungan intim. Papa dan Mama juga bisa mengatur posisi yang tidak terlalu menekan payudara untuk menghindari kebocoran ASI dan mencegah gangguan pada saat intim.

2. Kekeringan vagina adalah masalah umum pada beberapa bulan setelah proses kelahiran. Hal ini disebabkan oleh hormon yang mengatur pengeluaran pelumas selama berhubungan menjadi berkurang karena proses menyusui. Pelumas berbahan dasar air bisa digunakan untuk mencegah Mama merasa sakit karena kekeringan

3. Selain itu, bila Mama melahirkan secara normal, episiotomi alias jahitan pada dinding vagina Mama mungkin belum sepenuhnya pulih. Atau bila Mama melahirkan melalui operasi Caesar, pemulihan bekas operasinya juga membutuhkan waktu dan perawatan. Carilah posisi yang nyaman bagi Papa dan Mama agar tidak menyakiti Mama.

Yang perlu diingat adalah Papa tidak perlu bersaing dengan si kecil. Karena pada kenyataannya, bila Papa dan si kecil membutuhkan Mama pada saat yang sama, akhirnya si kecil yang akan didahulukan. Jadi jangan kaget bila si kecil tiba-tiba terbangun pada saat Papa dan Mama sedang berhubungan intim, Mama akan segera beranjak menghampiri si kecil yang sedang menangis tanpa berpikir dua kali. Tetaplah bersabar, dan semua akan kembali indah pada saatnya. Kedewasaan Papa terlihat saat Papa mampu memberi diri Papa ke orang lain dan menunda kepuasan Papa karena si kecil menjadi prioritas.  

Nadia Mulya  
AHLI SEPUTAR GAYA HIDUP MAMA HAMIL

Artikel Terkait

No comments:

Post a Comment