Thursday, July 14, 2016

PKS Wacanakan Bentuk Pansus Mudik 2016


Dunia Hawa - DPR terlihat suka banget memolitisir masalah. Demikian juga soal horor macet di pintu keluar Tol Brebes Timur saat puncak mudik lalu alias tragedi Brexit, DPR langsung bersiap membentuk Panitia Kerja (Panja) atau bahkan Panitia Khusus (Pansus). Padahal, pembentukan Panja atau Pansus belum tentu menyelesaikan masalah.

Rencana pembentukan Panja atau Pansus disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR, Yudi Widiana Adia. Politisi PKS ini beralasan, pembentukan Panja atau Pansus diperlukan oleh Dewan untuk mengin­vestigasi tragedi Brexit yang menimbulkan belasan korban jiwa. Melalui langkah politik itu, DPR menuntut kemente­rian dan lembaga terkait ber­tanggung jawab atas tragedi tersebut.

"Melalui Panja atau Pansus, kami bisa memanggil semua pihak terkait. Sikap fraksi kami sudah selesai, karena Ketua Fraksi PKS sudah menyata­kan persetujuannya atas pembentukan Panja atau Pansus," ujar Yudi saat dihubungi, ke­marin.

Selain menelusuri trage­di Brexit, sambung dia, mekanisme Panja atau Pansus juga bisa menjadi sarana evaluasi dan perbaikan. Sebab, sebelum kegiatan mudik berlangsung, pemerintah sudah memapar­kan visi yang cukup bagus terkait pelayanan mudik, dan zero accident dalam mengatasi kemacetan.

Pertanyaannya sekarang. Mudik puluhan tahun, mengapa harus ada pansus di era Jokowi? Apa ada agenda politik tertentu? Padahal anggota DPR tiap tahunnya masih diisi wajah - wajah lama untuk setiap periode. Menurut anda? Coba hubungkan dengan berita di bawah ini :

Ternyata 17 Korban Meninggal di Brebes Merupakan Kebohongan Media

Pemberitaan "Mudik Maut", Polri telusuri data pemudik tewas. Hasilnya adalah NOL

Polri masih menelusuri soal informasi adanya korban tewas saat arus mudik Lebaran lalu lantaran kemacetan parah di Tol Brebes Timur. Namun, informasi sementara yang diterima Polri, tidak ada pemudik yang meninggal dunia di tol tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Pol Agus Rianto mengaku telah memastikan informasi tersebut kepada posko penjagaan di wilayah Brebes.

"Kejadian itu sebenarnya tidak ada. Data yang kami dapat untuk korban meninggal di jalan tol, sampai saat ini belum kami temukan," ujar Agus di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/7/2016).

Menurut Agus, data 17 korban tewas tersebut merupakan akumulasi kecelakaan lalu lintas yang terjadi di luar jalan tol Brebes Timur.

Ia mengatakan, ada pemudik yang meninggal setelah sebelumnya dirawat di rumah sakit setempat. Kemudian, ada juga yang meninggal karena kecelakaan motor yang dipastikan bukan terjadi di jalan tol Brebes.

Meski begitu, ia memastikan bahwa pihaknya menelusuri kepastian informasi tersebut hingga ke keluarga korban. Langkah itu dilakukan atas instruksi Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti.

[dunia hawa]

Artikel Terkait

No comments:

Post a Comment