Thursday, July 21, 2016

Drama Serial Erdogan


Dunia Hawa - Tanpa disadari, Erdogan membuka kedok kudeta buatannya sendiri.

Kudeta yang hanya berlangsung 5 jam, ketidak-siapan militer yang tidak masuk akal dan kesaksian beberapa tentara yang merasa dijebak, sebenarnya sudah indikasi kuat bahwa ini semua hanya permainan.

Indikasi makin menguat ketika Erdogan secara kilat pula bersih bersih belasan ribu dosen, PNS, Tentara, Hakim dan pejabat di Kementrian. Seperti sudah ada kesiapan daftar mana yang harus disikat. Dan sesudah ini, kelompok Ihwanul Muslimin lah yang akan mengisi banyak posisi yang ditinggalkan. Persis seperti Mesir, ketika Morsi menjadi Presiden.

Erdogan juga berencana akan mengeksekusi mati 7000 orang terkait kudeta. Meski, bisa saja ini gertak sambal karena Turki sudah tidak memberlakukan hukuman mati sejak 2004. Lagi pul kalau ada hukuman mati maka Uni Eropa akan menolak permohonan keanggotaan Turki untuk menjadi bagiannya, padahal ini adalah mimpi besar Erdogan sehingga dia mau berbuat apa saja supaya bisa menjadi bagian dari Uni Eropa.

Dampak pemecatan dan penangkapan belasan ribu orang itu jelas akan membawa dampak sosial. Tumbuh kebencian, kehilangan pekerjaan akan menimbulkan gejolak dan gesekan. Bahkan militer pun akan terbagi dua , karena ribuan yang ditangkap tentu punya rekan rekan di dalam yang loyal. 

Turki rentan dimasuki infiltrasi asing disini, kelemahan mereka terkuak semakin lebar dengan luka yang membesar. 

Ada kemungkinan Rusia akan bermain disini.

Kita tahu, betapa marahnya Putin saat pesawat tempurnya ditembak jatuh oleh Turki di perbatasan Suriah. Dan Putin secara jelas mengancam Erdogan sampai Erdogan harus mengirimkan pesan permintaan maaf langsung ke Putin. Pesan itu disobek langsung oleh Putin di depan utusan yg dikirimkan Erdogan.

Arab Saud, meski sempat mengucapkan dukungan, juga tidak akan tinggal diam. Berkaca dari Mesir, Saudi akan menghambat gerakan Ikhwanul Muslimin yg sekarang bersahabat erat dengan AKP partai Erdogan. Saudi bisa saja membangun komunikasi internal dgn militer yang tidak mendukung Erdogan seperti yang dilakukannya dengan Al sisi, Presiden Mesir sekarang.

AS, berdasarkan karakternya, akan bermuka dua tergantung mana yang menguntungkan. Yang pasti, selama pangkalan militernya di Turki tidak diganggu gugat, mereka tidak penting siapa yang menjabat.

Apapun itu, pemecatan dan penangkapan belasan ribu orang termasuk polisi dan militer membuat Erdogan seperti menggali lubang kuburnya sendiri. Ketidak-puasan akan terjadi dan akan memicu demonstrasi besar dari kelompok yang tidak mendukung Erdogan.

Drama Turki ini semakin menarik untuk di amati sambil seruput secangkir kopi...

[denny siregar]

Artikel Terkait

No comments:

Post a Comment