
Menurut dr Judi
Januadi Endjun, SpOG, Subbagian Fetomaternal, Departemen Obstetri dan
Ginekologi, RSPAD Gatot Subroto, keguguran yang terjadi pada kehamilan
di bawah 6 minggu umumnya disebabkan oleh kelainan kromosom, dan hal ini
memerlukan pembuktian analisis genetik, misalnya di Lembaga Eijkman,
Jakarta. Bila kegugurannya sudah komplet (lengkap), memang tidak perlu
dikuret. Tindakan
kuret hanya dilakukan bila masih ada sisa kehamilan
yang cukup banyak, atau masih terjadi perdarahan banyak.
Tidak ada hubungan antara keguguran yang tidak dikuret dan kanker rahim karena kanker rahim disebabkan oleh virus HPV.
Anda
bisa saja segera hamil setelah dokter kandungan Anda memeriksa status
kesehatan Anda dan analisis sperma suami hasilnya normal. Apabila masih
ada kelainan atau penyakit pada Anda dan atau suami, program kehamilan
ditunda dulu; lakukan pengobatan sampai Anda dan suami dinyatakan sudah
boleh hamil.
Untuk mencegah berulangnya keguguran, lakukan kebiasaan hidup sehat (tidak merokok, tidak mengonsumsi junk food,
tidak mengonsumsi alkohol, dan menghindari zat kimia berbahaya dalam
kehidupan sehari-hari); segera berkonsultasi dengan dokter kandungan
(misalnya, melakukan pemeriksaan USG vagina untuk melihat apakah ada
kelainan organ kandungan, biakan kuman dari vagina, pap's smear
untuk mendeteksi kelainan mulut rahim); serta analisis sperma oleh
spesialis andrologi. Di luar itu hanya Yang Mahakuasa yang menentukan
apakah Anda dan suami bisa memperoleh keturunan atau tidak.
buka juga yang ini :
Pelengkap Nutrisi Ibu Hamil dan Menyusui
Tanda Bayi Sudah Cukup Menyusu
Kalau Anak Stres Sejak Kecil
buka juga yang ini :
Pelengkap Nutrisi Ibu Hamil dan Menyusui
Tanda Bayi Sudah Cukup Menyusu
Kalau Anak Stres Sejak Kecil
Artikel Terkait
- Buah yang Bermanfaat untuk Ibu Hamil
- Setelah Caesar, Mungkinkah Persalinan Normal?
- Tetap Bugar dan Cantik selama Masa #Kehamilan
- Posisi Bercinta untuk Wanita Hamil
- Manfaat Hubungan Seks di Masa Kehamilan
- Cara Menikmati Seks Saat hamil
- Aturan Berhubungan Intim Setelah Melahirkan
- Memahami Bahasa Non-Verbal Anak
No comments:
Post a Comment