
Memakai Celana
* Celana Karet
Anak
dua tahun dapat menggunakan kekuatan motoriknya kasarnya dengan cukup
baik, sehingga gerakan menarik celana dari bawah ke atas dapat dilakukan
dengan mudah. Hanya saja, si kecil masih membutuhkan bantuan untuk
dapat memasukkan kedua kakinya ke dalam lubang celana. Biasanya hal ini
dilakukan dengan duduk di lantai untuk mengurangi kemungkinan terguling
saat ia mengangkat kaki sambil memegang celana. Diharapkan pada usia
tiga, si kecil mampu memakai celana karetnya sendiri.
* Celana Berkancing
Mengajari
batita memakai celana berkancing sukup sulit, namun bukan berarti tak
dapat diajarkan secara perlahan, karena gerakan motorik halus dan kasar
batita sudah cukup mantap. Hanya saja, si batita masih perlu dibantu
untuk menggungakan kekuatan motorik halusnya sehingga dapat memasukkkan
kancing ke dalam lubang celana. Biasanya, bahan untuk celana tidak
selentur bahan untuk baju, sehingga anak membutuhkan usaha lebih keras
untuk mempertahankan lubang kancing tetap terbuka sementara ia mendorong
masuk kancingnya. Setidaknya ketika anak berusia empat tahun sudah
dapat mememakai celana kancing sendiri.
* Celana Beresleting
Sejak
usia dua, anak mampu menutup resleting secara mandiri. Pada awalnya ibu
dan ayah perlu membantu menahan bagian bawah resleting sementara si
kecil menarik ke atas. Tahap selanjutnya ajari ia memegang sendiri
bagian bawah resleting letika menarik ke atas. Sebelum melepasnya
memakai celana beresleting sendiri, jangan lupa mengajari anak laki-laki
untuk memastikan alat kelaminnya cukup jauh dari resleting. Pada usia
tiga, anak dapat memakai celana sendiri.
* Celana Pendek
Setelah
diajarkan untuk mengenali posisi lubang celana, umumnya di usia dua
tahun anak dapat menarik celana dari bawah ke atas secara mudah.
Selanjutnya, celana pendek cukup mudah dipakai secara mandiri untuk
anak-anak usia 3-4 tahun.
* Celana Panjang
Batita masih
membutuhkan bantuan untuk menarik celana panjangnya dari bawah ke
atas,
karena membutuhkan kordinasi kekuatan motorik kasar serta kelincahan
motorik halus untuk dapat memegang dan menarik dengan jari-jarinya.
Setelah dapat memasukkan kaki ke dalam lubang celana (biasanya dilakukan
sambil duduk), ajari anak untuk menarik ujung bawah masing-masing
celana sehingga kaki bagian bawah terlihat. Selanjutnya, berdiri dan
menarik bagian atas celana menuju pinggang. Setidaknya ketika berusia
3-4 tahun, si kecil dapat memakai celana panjang sendiri,
(Tabloid Nakita/Amanda Setiorini)
Artikel terkait :
Agar Si Kecil Nyaman Berendam
Antibiotik Tidak BolehDicampur pada Puyer Bayi
Cara Sederhana Mengatasi "Postpartum Depression"
Keguguran, Haruskah Dikuret?
Operasi Caesar
Pelengkap Nutrisi Ibu Hamil dan Menyusui
Tanda Bayi Sudah Cukup Menyusu
Membuka Celana
* Celana Karet
Anak
dua tahun dapat menggunakan kekuatan motoriknya kasarnya dengan cukup
baik sehingga ia dapat dibiasakan untuk mendorong celananya dari
pinggang ke bawah secara mandiri.
* Celana Berkancing
Sama
halnya seperti melepas baju berkancing, anak masih kesulitan untuk
mengkordinasikan gerakan memegang, mendorong sekaligus menarik lubang
kancing secara bersamaan. Ajari anak untuk melewati bagian bawah lubang
kancing, sehingga dengan demikian kancing mudah lepas.
* Celana Beresleting
Membuka
resleting jauh lebih mudah daripada menutupnya, ajari si kecil menahan
bagian atas resleting sementara menarik mata resleting ke bawah.
Selanjutnya, ajari anak mendorong celana dari pinggang ke bawah dan
melepaskan kaki dari lubang celana.
* Celana Pendek
Membuka
celana pendek sama dengan membuka celana yang lainnya, yang penting
mengajari anak untuk mendorong celana dari pinggang ke bawah dan
melepaskan kaki dari lubang celana.
* Celana Panjang
Sama
dengan celana pendek, namun anak perlu lebih sabar untuk mengeluarkan
kakinya dari lubang celana karena biasanya celana akan tergulung di
bagian bawah dan akan sedikit menyulitkan anak. untuk itu, proses
melepas celana panjang dapat dilakukan dalam keadaan duduk, setelah
anak mampu menurunkan bagian atas celana dari pinggang ke atas lutut.
Umumnya, di usia 2-3 tahun, anak dapat dibiasakan membuka celana
panjangnya secara mandiri.
(Tabloid Nakita/Amanda Setiorini)
Artikel terkait :
Agar Si Kecil Nyaman Berendam
Antibiotik Tidak BolehDicampur pada Puyer Bayi
Cara Sederhana Mengatasi "Postpartum Depression"
Keguguran, Haruskah Dikuret?
Operasi Caesar
Pelengkap Nutrisi Ibu Hamil dan Menyusui
Tanda Bayi Sudah Cukup Menyusu
Artikel Terkait
- Memahami Bahasa Non-Verbal Anak
- Buah yang Bermanfaat untuk Ibu Hamil
- Setelah Caesar, Mungkinkah Persalinan Normal?
- Tetap Bugar dan Cantik selama Masa #Kehamilan
- Posisi Bercinta untuk Wanita Hamil
- Manfaat Hubungan Seks di Masa Kehamilan
- Cara Menikmati Seks Saat hamil
- Aturan Berhubungan Intim Setelah Melahirkan
No comments:
Post a Comment