Saturday, November 12, 2016

SBY Aktor Politik 4 November, Apa Untungnya?

DUNIA HAWA - Dari banyak fakta sejarah sebelum dan pasca 4 November, semuanya analisa memang mengarah pada SBY sebagai dalangnya. Sebelumnya saya sudah pernah membahas terkait keterangan pers SBY. Beberapa point yang menurut saya adalah provokasi. SBY mengancam “kalau negara kita tidak mau terbakar oleh amarah penuntut keadilan, maka Pak Ahok harus diproses hukum. Jangan sampai beliau kebal hukum sebab ini bagian dari demokrasi, kita negara demokrasi.”

SBY mengancam negara sekaligus mempersepsikan dengan cara menuduh bahwa Ahok kebal hukum. Tak tanggung-tanggung, SBY tiga kali menyinggung soal Ahok kebal hukum.


“Ya Pak Ahok harus diproses secara hukum, jangan sampai beliau dianggap kebal hukum. Ingat equality before the law.”

“bayangkan do not touch Ahok, nah setelah Pak Ahok diproses hukum, semua pihak menghormati.”

Dalam keterangan persnya, SBY jelas mempersoalkan proses hukum Ahok, sama persis seperti FPI. SBY menutup mata dengan kenyataan saat itu bahwa proses hukum sudah berjalan. Apakah ini hanya kebetulan? Atau memang SBY adalah bagian dari FPI? Baca_disini.

Pasca demo 4 November, Demokrat menjadi satu-satunya partai yang tersinggung dengan pernyataan Presiden Jokowi terkait adanya aktor politik yang terlibat dalam kerusuhan demo 4 November.

“nanti kalau tokoh yang dimaksud tidak terbukti di pengaadilan, itu bisa berarti Pak Jokowi bisa dikatakan mencemarkan nama baik dan kalau itu terjadi bisa masuk di pasal impeachment,” kata Syarief.

Kejadian sebelum dan setelah demo 4 November semakin menguatkan bahwa SBY memang dalangnya. Kemungkinan tujuannya bisa beragam, mulai dari mengantarkan anaknya menjadi Gubernur dan Presiden, sampai kemungkinan mendorong terjadinya kudeta agar kasus-kasus korupsi yang menimpa Ibas tidak diusut.

Yang paling menarik adalah, tidak ada satupun orang yang menuduh SBY adalah aktor atau donatur demo. Bahkan dokumen rahasia yang saya dapat itu diterima Presiden Jokowi sebelum SBY memberikan keterangan pers. Tak ada orang yang tau dokumen tersebut selain kalangan istana. Namun kemudian SBY memberi keterangan pers seolah-olah dokumen tersebut sudah tersebar dan semua rakyat tau. SBY dan keluaganya baper (bawa perasaan) seolah-olah sudah ada rakyat yang menuduhnya. Padahal tidak ada. Bahkan saya pun baru membuka dokumen tersebut setelah aksi demo. Artikel tentang dokumen tersebut bisa dibaca_disini.

Sekarang semua orang sudah mengarahkan pandangan sinisnya pada SBY gara-gara sikap reaktif, baper dan prihatinnya partai keluarga Demokrat. SBY tersudut dan tertuduh Gara-gara dirinya sendiri dan keluarga partainya.

Dalam posisi yang semakin tersudut, akhirnya ada orang yang secara terang-terangan bahwa SBY adalah aktor politik demo 4 November. Dia adalah Boni Hargens, pengamat politik dan intelijen.

“gerakan ini diawali dengan konferensi pers politik oleh ketum Partai Demokrat, SBY di Cikeas pada 2 November. Substansi konferensi pers memperlihatkan kepanikan dan kemarahan SBY terhadap Ahok dan pemerintahan Jokowi.”

“apalagi konferensi pers Cikeas jelas bukan sebuah upaya koreksi terhadap pemerintahan. Tetapi sebuah gerakan kekuasaan untuk kepentngan Pilkada DKI Jakarta. Mengingat putra SBY, Agus, juga ikut bertarung. Kalau saja Agus tidak ikut dalam pertarungan, publi bisa menghargai niat baik SBY dalam konferensi pers itu.”

Pada akhirnya, Boni mengatakan secara logika normal menarik kesimpulan bahwa SBY adalah aktor politik di balik gerakan ini.

Ini sudah dikatakan secara jelas dan gamblang. Setelah ini SBY dan keluarga Demokrat boleh membantahnya. Kalau pernyataan sebelum-sebelumnya, hanya GR (gede rasa) semata. Seperti filosofi kentut yang sudah beberapa kali saya contohkan, orang baru tolah toleh dan tutup hidung, tapi SBY langsung bilang tidak ada partai yang mendanai demo 4 November. Padahal beliau ketua partai Demokrat, bukan ketua partai seluruh Indonesia. Dari mana SBY tau tak ada yang terlibat? Atau hanya mau membantah dirinya terlibat?

Sekarang posisinya SBY menjadi tertuduh secara resmi. Sudah ada yang menuduh. Jadi kalau Demokrat merasa pernyataan Boni itu salah dan tidak benar, maka silahkan diproses secara hukum. Tapi jika tidak mempersoalkannya, berarti pernyataan Boni memang benar, SBY aktor politik demo 4 November.

Apa keuntungan SBY?


Jika SBY tak melaporkan Boni, jelas Demokrat dan Agus yang sekarang menjadi calon Gubernur sangat diuntungkan. Ini akan jadi konspirasi paling manis, mengulang kesuksesan SBY pada 2004 lalu terkait limpahan simpati karena SBY memposisikan dirinya didzolimi, sehingga menang dari Mega yang saat itu posisinya incumbent seperti Ahok sekarang.

Ke depan SBY akan terus menerus dituduh dalang atau aktor politik yang menggerakan demo menuntut Jokowi lengser. Sementara Agus akan terus menerus dituduh telah menggunakan cara-cara keji untuk menyingkirkan Ahok. Lalu saat opini publik sudah terbentuk seperti itu, saat semua sudah menuduh SBY dan keluarga Cikeas, saat itulah SBY bisa memainkan kartu trufnya. Memposisikan diri sebagai orang yang terdzolimi dan difitnah. Jika SBY berhasil mempengaruhi rakyat dengan keterangan pers prihatinnya, maka Agus akan memiliki peluang lebih besar untuk menang di Pilgub DKI.

Terakhir, inilah politik, sebagian cara dan geraknya memang tak bisa dinyatakan secara langsung. SBY tentu tak bisa mengatakan “dukung anak saya” dalam konferensi persnya. Jokowi juga tak bisa mengatakan “SBY dan FPI dalang demo.” Tidak bisa seperti itu. Tapi uniknya kita semua sudah paham bahwa maksudnya memang seperti itu. Lama-lama saya melihat politisi terbaik adalah perempuan. Sebab soal modus dan meminta dipahami meski pernyataannya berbeda, adalah salah satu keahlian perempuan.

Begitulah kura-kura

[alifurrahman via seword]



Artikel Terkait

No comments:

Post a Comment