Tuesday, July 5, 2016

Teroris di Solo; Lebaran Bersama 72 Bidadari


Dunia Hawa - Biasanya, ketika teroris ingin menyampaikan pesan ke seluruh dunia, maka kota yang disasar adalah Jakarta dan Bali, karena kedua kota ini mendapat perhatian internasional. Tapi kali ini bom bunuh diri malah terjadi di Mapolresta Solo.

Pertanyaannya kenapa Solo?

Kemungkinan besar bom bunuh diri di Solo itu sudah dipersiapkan sejak lama untuk di arahkan ke Jokowi, dengan perkiraan Jokowi pasti mudik dan berlebaran di kampung halaman. Biasanya pada hari lebaran ada open house dari pejabat. Sayangnya, informasi dimana Jokowi akan berlebaran baru disampaikan pada hari-hari terakhir mendekati lebaran. Dan Padang, tempat Jokowi melaksanakan lebaran, bukanlah kota yang diperhitungkan.

Gagal total rencana ini dan pelaku dengan panik melakukannya di mapolresta Solo.

Kemungkinan kedua, yàng lebih kecil, ada rencana meledakkan bom bunuh diri itu di pusat perbelanjaan Solo. Karena ini adalah kotanya Jokowi, maka diharapkan pesannya akan membesar. Tetapi pelaku secara mendadak merubah niatnya dan membawa bom-nya ke Mapolresta Solo. Ia berubah pikiran – mungkin karena tersadar apa yang ia lakukan salah jika meledakkan orang-orang tidak berdosa, maka ia mengarahkan dirinya ke tempat yang terjaga dengan ketat.

Kemungkinan lain, ini hanyalah decoy atau pengalihan. Ketika satu ledakan terjadi di markas polisi, maka di harapkan polisi akan fokus pada kasus di mapolresta dan abai pada tempat yang lain. Mereka mempunyai target lain yang lebih besar, yang kebih ramai dan tidak ketat penjagaannya seperti Sholat Ied.

Informasi terakhir, Polri menetapkan siaga satu di seluruh jajarannya

Ramadhan adalah bulan suci bagi umat Islam, dan entah kenapa semua target adalah tempat dimana banyak umat Islamnya. Belum bisa terdeteksi kenapa teroris ini melancarkan aksinya di bulan suci ini.

Mungkin, ini mungkin ya…. Mereka ingin lebaran dengan 72 bidadari di surga nanti. Cuma mereka pasti kecewa berat, karena meski seluruh tubuhnya ada disana, “si ujangnya” ketinggalan di bumi. Pata bidadari bersedih, lebaran kali ini mereka terpaksa makan rendang lagi, rendang lagi.

[denny siregar]

Artikel Terkait

No comments:

Post a Comment