Monday, July 18, 2016

Presiden Mesir: Erdogan adalah Alasan di Balik Kudeta Turki


Dunia Hawa – Presiden Mesir Abdul Fattah Sisi mengatakan kudeta militer Turki terhadap Erdogan didorong oleh kebijakan-kebijakannya yang gagal di kawasan hingga memicu perang saudara di Turki.

“Erdogan adalah alasan utama di balik ketidakamanan dan ketidakstabilan di Turki dan seluruh Kawasan. Dia berusaha untuk memenuhi tujuan ekspansionisnya dengan menyediakan dukungan militer dan keuangan untuk kelompok teroris “, ungkap Sisi sebagaimana diposting di halaman Facebook resminya.

“Militer Turki adalah penjaga dari prinsip-prinsip yang didirikan para pendiri pemerintah Turki, dan dengan demikian mereka tidak bisa berpangku tangan terhadap kebijakan yang merubah negara itu menjadi eksportir terbesar terorisme”, tambahnya.

Presiden Mesir itu mendesak rekannya di Turki tersebut untuk mempertimbangkan kembali normalisasi kemungkinan hubungan dengan Suriah, menyerukan semua negara Arab untuk mengadopsi sikap positif terhadap Suriah. 

Postingan presiden Mesir tersebut telah dihapus beberapa jam setelah diposting, namun memang komentar dan  isu seputar kudeta mendadak dan sangat cepat diatasi di Turki itu bergulir dari berbagai pihak di seluruh dunia. Tak sedikit analis dan aktivis politik yang menyebut peristiwa Kudeta Turki itu sangat janggal dan terindikasi false flag.

Seorang wartawan Politico ‘menuangkan bensin di api’ dengan mengklaim bahwa sumber dari Turki percaya jika kudeta yang terjadi kemarin hanyalah sebuah rekayasa. Ryan Heath, menyebut bahwa sumber Turki nya percaya jika seluruh bencana kemarin hanyalah “pementasan teater” dengan mengutip fakta bahwa pemerintah mampu dengan segera berkomunikasi terhadap semua orang di Turki melalui pesan teks SMS. “Kudeta palsu” tersebut nantinya akan dimanfaatkan Erdogan untuk “membersihkan” militer dari para sekularis serta menginstal Islam garis keras di kedua lembaga peradilan ditambah hal ini akan membuat angkatan bersenjata nantinya tak akan melakukan cek konstitusional kepada dirinya.

Para pengguna media sosial juga mengejek “kudeta palsu” itu sebagai teori konspirasi paling gila dan berpendapat bahwa Erdogan akan menggunakan upaya kudeta yang menewaskan sedikitnya 265 orang tewas dan lebih dari 2000 terluka itu sebagai cara yang sama yang digunakan Hitler dalam peristiwa kebakaran Reichstag 1933. Serangan pembakaran terhadap gedung parlemen Jerman yang digunakan Hitler sebagai alasan untuk menangguhkan kebebasan sipil dan melakukan penangkapan massal. Mereka menunjukkan ekspresi ini dengan hastag #TheaterNotCoup yang kemudian menjadi viral. 

[salafynews]

Artikel Terkait

No comments:

Post a Comment