
dia sudah bisa mendengar suara-suara di sekitarnya, termasuk suara orang tuanya. Maka pada saat kandungan berusia 25 minggu, berkomunikasilah orang tua dengan janinnya meskipun masih satu arah. Berbicara dengan janin atau bernyanyi untuk janin, akan menjadikan sebuah momen yang menyenangkan saat menjalani kehamilan. Begitupun dengan janin, dia akan merasa senang dan damai jika mendengar suara-suara lembut dari orang tuanya, dan tentunya ini akan sangat baik bagi perkembangannya.
Ketika bayi terlahir ke dunia, perkembangan indera pendengar terbagi ke dalam beberapa tahap:
- Ketika saat terlahir ke dunia bayi sudah menyadari akan bunyi-bunyi disekitarnya. Bahkan bayi akan merasa kaget ketika mendengar bunyi keras yang tiba-tiba.
style="font-size: small;">Pada saat bayi berusia 3 bulan, dia akan merasa senang jika
mendengar suara orang tuanya. Dia akan mampu menoleh ke arah sumber
suara tersebut dan sebisa mungkin dia membalas suara orang tua dengan
ocehan "ah" atau "oh"
Ketika bayi berusia tujuh bulan, dia sudah dengan baik mengenal asal
suara. Selain suara orang tuanya, bayi juga sudah bisa mendengar dan
membedakan serta mengetahui sumber suara lainnya di sekelilingnya.
Seperti ketika bayi mendengar bunyi bel, bunyi suara televisi dll
Pada saat bayi berusia sembilan bulan, bayi sudah mampu mendengar
suara yang berasal dari ruangan lain, meskipun suara itu tidak keras
bunyinya.
Pada saat bayi berusia 12 bulan, bayi sudah mampu mengatasi suara
bising ketika dia ingin berkonsentrai pada mainnyannya. Saat usia ini
bayi sudah mengerti beberapa kata dan kelompok kata.
Melakukan Tes Indera Pendengaran Bayi
Orang tua bisa melakukan tes indera pendengaran bayi untuk mengetahui
apakah daya dengar bayi baik atau tidak. Tes daya dengar bayi ini di
kelompokkan berdasar usia bayi
- Untuk bayi di usia tiga bulan ke bawah, orang tua bisa melakukan tes indera pendengarnya apakah berfungsi dengan baik atau tidak. Tes bisa dilakukan dengan cara bertepuk tangan di belakang kepala bayi anda. Jika bayi terkejut akan suara tepuk tangan tersebut, maka indera pendengaran bayi berfungsi dengan baik. Namun meskipun bayi anda tidak terkejut, jangan terlalu khawatir, coba ulangi tes di atas beberapa kali atau dengan jeda waktu yang berbeda
- Untuk bayi antara usia empat hingga enam bulan lakukan tes dengan cara memanggil namanya. coba perhatikan ketika dipanggil namanya apakah bayi berpaling ke arah anda atau bereaksi terhadap suara panggilan namanya. Selain itu perhatikan, apakah dia juga memalingkan kepala atau matanya terhadap suara-suara yang menarik perhatian bayi
- Bagi bayi dengan usia antara enam hingga sembilan tes daya dengar bisa dilakukan dengan cara memperhatikan respon bayi terhadap suara-suara yang berada di sekelilingnya. Perhatikan apakah bayi bereaksi dan memberikan respon terhadap suara telepon, suara bel rumah, suara televisi dan lain-lainnya
- Untuk bayi dengan usia 12 bulan ke atas, tes bisa dilakukan dengan cara bayi disuruh menunjukkan benda-benda yang dikenalnya yang terdapat di sekelilingnya atau di dalam buku
Bayi yang lahir sangat prematur akan rentan terhadap gangguan
pendengaran, begitu juga bayi dengan orang tua atau riwayat-riwayat
masalah pendengaran
sumber : bidanku.com
Artikel Terkait
- Buah yang Bermanfaat untuk Ibu Hamil
- Setelah Caesar, Mungkinkah Persalinan Normal?
- Tetap Bugar dan Cantik selama Masa #Kehamilan
- Posisi Bercinta untuk Wanita Hamil
- Manfaat Hubungan Seks di Masa Kehamilan
- Cara Menikmati Seks Saat hamil
- Aturan Berhubungan Intim Setelah Melahirkan
- Memahami Bahasa Non-Verbal Anak
No comments:
Post a Comment