Sunday, August 14, 2016

Membantah Isu Menteri Archandra Warga Negara Amerika


Dunia Hawa - Muncul isu bahwa Archandra Tahar yang baru dilantik sebagai Menteri ESDM adalah warga negara AS. Lewat twitter Prof Mahfud MD saya membaca bahwa ada cerita Archandra sebelum jadi menteri juga bolak-balik Indonesia menggunakan paspor Amerika sejak tahun 2012.

Prof Mahfud MD menilai jika benar kenyataannya seperti itu maka Archandra harus diganti karena melanggar konstitusi. Pengangkatannya pun dianggap ilegal.

Di luar Mahfud MD, isu yang beredar di kalangan netizen lebih seru lagi. Archandra dinilai licik karena memperpanjang paspor pada Februari 2012 karena akan mendapat paspor Amerika sebulan setelahnya, Maret. Jadi kalau sekarang Archandra masih memegang paspor Indonesia, itu masuk akal karena belum expired.

Isu ini sangat seksi, sejak semalam saya sudah mengontak salah satu informan seword yang kebetulan kenal Archandra. Kemudian saya meminta konfirmasi untuk diberikan kesempatan membahas kasus ini di seword.com secara jelas dan gamblang.

Jadi begini ceritanya. Pak Archandra ini memiliki hak paten design tekhnologi platform dan offshore di Amerika. Beliau adalah Dirut Peteroneering, perusahaan yang bergerak di pengembangan tekhnologi enginering yang fokus pada pengilangan lepas pantai. Pak Archandra bisa dibilang orang yang cukup diperhitungkan di Amerika sana.

Menurut pengakuan Pak Archandra pada informan seword, beliau tidak pernah sekalipun menggunakan paspor Amerika tersebut. Ini sudah saya konfirmasi dan tanyakan apakah benar Archandra sebelum jadi menteri juga sering bolak-balik Indonesia menggunakan paspor Amerika?

“Archandra selalu menggunakan paspor Indonesia dan visa, tidak pernah memakai paspor Amerika untuk alasan apapun, karena langsung dibatalkan dan dikembalikan,” jawabnya rada emosi. Kenapa emosi? Nanti saya bahas.

Dan yang terpenting dari semua ini adalah Archandra sudah membatalkan kewarganegaraan Amerika serta mengembalikan paspor yang mereka berikan beberapa tahun lalu. Sebab Archandra tetap ingin menjadi WNI dan beliau sadar betul tidak bisa menerima paspor tersebut, sebab Indonesia tidak menganut dwi kewarganegaraan.

Jadi sampai di sini jelas ya bahwa Archandra bukan warga negara Amerika dan pengangkatannya sah sebagai menteri ESDM. Presiden Jokowi tidak boleh melakukan reshuffle atau pergantian dengan alasan dwi kewarganergaraan.

Lalu soal Archandra dinilai licik karena perpanjag paspor pada Februari 2012 karena tau Maretnya akan diberi paspor Amerika ini pasti fitnah. Sebab Archandra juga tidak tau bahwa dirinya akan diberikan paspor Amerika.

Sementara soal perpanjang paspor ke KBRI adalah kewajiban WNI. Saya dulu juga pernah perpanjang paspor di KBRI. Dan untuk perpanjangan ini tidak boleh suka-suka terserah kita, ada ketentuannya. Jika belum mau habis ya tidak boleh perpanjang paspor. Jadi yang menuduh Archandra licik dan sengaja perpanjang paspor itu pasti belum pernah memperpanjang paspor.

Lingkaran istana dan politisi tak suka Archandra


Masih menurut informan seword, isu dwi kewarganegaraan ini sengaja dibuat oleh pihak-pihak yang tidak suka dengan Archandra. Kehadirannya di Indonesia berhasil membuat sebagian orang kepanasan karena ulahnya.

Sudirman Said mantan menteri ESDM juga tidak terlalu disukai publik. Sebab beliau yang membubarkan Petral, mafia minyak yang bertahun-tahun tidak ada yang berani menyentuh. Dengan begitu, mafia-mafia jadi tidak suka dengan Sudirman dan dibuatlah isu macam-macam dengan segala fitnahnya. Memutar balik fakta, tujuannya agar Sudirman dipecat dan diangkat menteri yang sesuai keinginan para mafia.

Nasib Sudirman Said kini sedang diwariskan pada penerusnya, Archandra Tahar. Beberapa investor dan orang yang memiliki kepentingan di beberapa proyek dibuat stress oleh Archandra. Untuk hal ini tidak bisa saya bongkar semua karena melibatkan perusahaan besar, anda tebak saja sendiri, pasti tau kan?

Namun untuk membuktikan bahwa pernyataan ini valid, maka saya ijin untuk membuka salah satu kasusnya, dan yang diijinkan adalah kasus blok Masela.

Dulu ada perdebatan apakah blok Masela akan dibuat offshore atau onshore, salah satu yang dimintai pendapat oleh Presiden Jokowi adalah Archandra Tahar. Saat itu Presiden mendapat data soal kelebihan pengeboran lepas pantai (offshore), sangat valid dan detail sehingga hampir saja blok Masela dibangun di pantai.

Namun Presiden Jokowi mencari pembanding kelebihan onshore tapi tidak menemukan data pembanding yang lebih logis dari offshore. Sementara si raja kepret hanya bisa koar-koar asal beda dengan Sudirman Said. Barulah setelah bertemu Archandra, Presiden yakin dan memutuskan agar blok Masela dibangun di darat. Inilah juga yang menjadi alasan Presiden Jokowi tertarik menjadikannya menteri ESDM.

Kini setelah Archandra menjadi menteri ESDM, maka dia otomatis memiliki hak penuh untuk menentukan kebijakan, bukan sekedar memberi masukan. Untuk itu blok Masela kemudian dia bongkar dan teliti sedemikian rupa. Proposal anggaran dia kuliti sampai habis. Bayangkan, pembiayaan blok Masela yang awalnya dianggarkan menelan biaya 22 miliar dollar setelah kedatangan Archandra hanya dibuat ** miliar dollar. Saya tau persis angkanya namun tidak diijinkan dibuka.

Selain blok Masela, ada banyak anggaran yang juga dipotong karena tidak sesuai. Dan Archandra paham betul soal pembiayaan. Logikanya, kalau di Amerika hanya habis sekian, masa di Indonesia harganya lebih mahal?

Negosiasi dan gerak cepat yang dilakukan Archandra memang sangat menghentak. Dari informasi yang saya dapat, totalnya ada triliunan rupiah anggaran yang ditemukan tidak masuk akal.

Beberapa hari ini memang nego-nego dengan perusahaan besar sudah dilakukan. Para investor mau tak mau harus menuruti koreksi Archandra, Menteri ESDM saat ini. Dan saat beberapa nego serta pekerjaan besar tersebut selesai, kemudian muncul isu dwi kewarganegaraan. Tujuannya agar rakyat menilai buruk Archandra dan Presiden mau memecatnya.

Tapi tenang saja, Presiden Jokowi tau betul siapa Archandra dan memastikan semuanya clear bahwa Archandra adalah WNI yang saat ini tidak memiliki paspor Amerika.

Kalau sekarang media sedang ribut, DPR mau cek dan sebagainya, saya curiga mereka juga bagian dari orang yang dibayar oleh perusahaan besar tersebut untuk memperkeruh suasana.

Di luar investor dan perusahaan, ada juga tukang rusuh yang merupakan politisi dan berada di lingkaran istana. Sejak awal mereka tidak setuju dengan Archandra mengisi pos menteri ESDM. Sebab mereka punya kepentingan di sana dan bisa dapat keuntungan dari proyek-proyek. Mereka maunya menteri ESDM itu dari kalangan partai politik agar mudah negosiasinya.

Saat saya tanya pada informan seword apakah mereka dalang dari semua isu ini? Jawabannya iya 100%. Tapi lagi-lagi tidak bisa saya sebutkan namanya.

Ke depan masih ada beberapa lagi kebijakan Archandra yang pasti tidak menyenangkan bagi sebagian orang: investor dan politisi cabe-cabean. Bisa jadi makin banyak lagi isu yang coba dibuat agar Archandra lengser. Tapi saya sudah titip pesan buat Pak Archandra untuk tidak perlu khawatir soal media. Seword.com siap mengawal dan melawan isu di media sesuai takaran. Seperti sekarang ini, kalau yang perlu dibuka soal paspor, saya hanya buka paspor. Tapi tetap harus saya berikan contoh salah satu deal proyek seperti blok Masela agar pesan saya sampai pada para penebar isu dan biang kerok, bahwa mereka berurusan dengan orang yang salah.

Sejarah pernah mencatat, dulu orang cerdas dan memiliki kepakaran lengser gara-gara politisi setan. Anda tau siapa? ya, Habibie. Sekarang era demokrasi terbuka, jangan sampai Archandra yang sudah mau balik ke Indonesia dilengserkan oleh setan politisi hanya karena kue proyeknya dibersihkan. Lawan bro, merdeka….!!

Begitulah kura kura.

[Alifurrahman]

Artikel Terkait

No comments:

Post a Comment