Translate

Paling Populer

Tuesday, October 16, 2012

Mengenal Penyakit Kista


Kista adalah tumor Jinak di organ reproduksi perempuan yang paling sering ditemui. Bentuknya kistik, berisi cairan kental, dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya. 

Penyakit ini sering menjadi momok mengerikan bagi kaum wanita. Sebagian besar wanita, mensakralkan kista, dapat mengganggu kesuburan dan kehamilan. Kista merupakan pertumbuhan sel baru yang liar. 
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab penyakit yang menyerang organ kewanitaan. umumnya dokter berkesimpulan sementara, kista berhubungan erat dengan genetik.   
Wanita yang menderita kista bukan berarti tidak bisa hamil. Penderita kista bisa hamil, karena setiap wanita memiliki sepasang ovariun. Bila salah satunya disfungi, maka yang satunya lagi masih berpeluang untuk hamil.

Kista terjadi pada wanita, sebenarnya penyakit ini tidak berbahaya namun jika sudah parah dapat juga membahayakan dan mengganggu si penderita. Setiap wanita mempunyai 2 indung telur kanan dan kiri. 
Ukuran normalnya sebesar biji kenari. Setiap indung telur berisi ribuan telur yang masih muda, sering disebut juga follicle. Setiap bulan follicle tersebut membesar dan satu di antaranya membesar sangat cepat dan menjadi telur yang matang. 
Pada peristiwa ovulasi, telur yang matang ini keluar dari indung telur dan bergerak ke rahim melalui saluran telur. Apabila sel telur yang matang ini tidak dibuahi, follicle akan mengecil dan menghilang dalam waktu 2-3 minggu dan akan terus berulang sesuai siklus haid pada seorang wanita. 
 Jikalau ada gangguan proses siklus ini maka akan terjadi apa yang disebut kista. selain pada ovarium kista juga dapat tumbuh di vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan). 
Kista yang tumbuh di daerah vagina, antara lain inklusi, duktus gartner, endometriosis, dan adenosis. Sedangkan kista yang tumbuh di daerah vulva, antara lain pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea serta inklusi epidermal.
sumber : http://gerakan-sehat.blogspot.com

No comments:

Post a Comment