Monday, March 13, 2017

Sandiaga Uno Dilaporkan ke Polisi oleh Ayah Angkatnya Sendiri


DUNIA HAWA - Setelah kasus “cewek-cewek” yang sempat ramai dibicarakan, kini Sandiaga Uno dilaporkan kembali ke Polisi. Kasus “cewek-cewek”, kabarnya Sandi hanya menjadi saksi bukan terlapor. Tapi, kasus yang satu ini, Sandi menjadi terlapor. Itu artinya, ada sebuah dugaan kejahatan yang telah dilakukan Sandi.

Dan yang sungguh mengagetkan adalah Sandiaga dilaporkan oleh ayah angkatnya sendiri, Edward S Soeryadjaya. Bagaimana bisa seorang ayah angkat yang telah mendidik Uno hingga sebesar dan sesukses ini melaporkan anak emasnya sendiri? Kita tentu bertanya-tanya, ada apa ini? Mengapa tidak diselesaikan lewat jalur kekeluargaan saja?

Tindak pidana yang dilaporkan adalah tindak pidana penggelapan. Sandi dilaporkan bersama rekan bisnisnya, Andreas Tjahyadi.

Kuasa hukum Edwards, Fransiska Kumalawati Susilo mengatakan, Andreas dan Sandiaga diduga melakukan penggelapan dalam penjualan sebidang tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten, pada 2012 silam.

Luas tanah yang digelapkan oleh Sandi kurang lebih 1 hektar. Masalah ini sebenarnya telah diupayakan untuk diselesaikan secara kekeluargaan sejak tahun 2016. Tapi, pihak terlapor tidak kunjung merespon upaya baik dari pihak pelapor.

Kata Fransiska, “Terakhir saya coba hubungi Sandiaga lewat Whatsapp tapi tidak dibalas. Kalau Andreas saya sudah lama tidak komunikasi.”

Karena lewat jalur kekeluargaan, sederhananya duduk bareng mencari solusi sebagaimana yang biasa Sandi umbar saat bicara reklamasi, tidak mendapat respon positif dari Sandi, akhirnya pihak Edward sebagai yang dirugikan mengambil jalan hukum untuk menyelesaikannya.

Sebenarnya, bukan kali ini saya Edward dikibulin oleh anak angkatnya sendiri. Dalam kasus Depo Minyak di Balaraja, Sandi juga telah menipu Edward dengan cara memalsukan dokumen lahan untuk mendapatkan penggantian ganti rugi. Sandi mengatakan sertifikat tersebut hilang.

Edward sebagai pemilik sah lahan tersebut, dimana sertifikat tanahnya ia yang pegang, jadi bingung. Mengapa diumumkan bahwa sertifikatnya hilang dan diganti dengan sertifikat yang lain? Padahal Sandi tahu bahwa sertifikat yang asli ada pada Edward. Mengapa Sandi berbohong tentang sertifikat tersebut?

Negara (Pertamina) akhirnya menelan kerugian miliaran rupiah karena harus membayar ganti rugi, sementara salah satu syarat pentingnya (sertifikat tanah yang dipegang Edward) tidak terpenuhi. Sudah membohongi ayah angkatnya, Sandi juga membohongi pemerintah agar mendapat ganti rugi atas perusahannya.

Kini masalah baru muncul lagi. Dan tetap masalah yang sama, tanah. Tindak kejahatannya pun sama, penipuan/penggelapan.

Dengan banyaknya kasus-kasus yang mencuat tiba-tiba ini, tentu publik bertanya-tanya tentang integritas Sandiaga Uno. Sandi yang suka mengedepankan duduk bersama, dialog, rembuk untuk mencari solusi atas suatu masalah atau perselisihan, ternyata, dengan ayat angkatnya sendiri ia tidak melakukannya. Ada apa ini? Apakah itu cuma jargon pemanis dalam Pilkada?

Rekam jejak itu penting untuk mengukur integritas seorang calon pemimpin. Kalau seorang calon pemimpin punya masa lalu dimana ia suka menipu orang lain, dan hingga kini ia lolos dari jeratan hukum, apakah ada jaminan ia tidak bakal menipu?

Kasus Depo Minyak Balaraja sampai saat ini kasusnya dipetieskan. Tidak ada tindak lanjutnya. Cari saja di google, kasusnya santer dan benar-benar merugikan negara. Tapi, sampai detik ini Sandi tetap bisa bebas. Dan sedang berusaha untuk menaklukan Jakarta dengan modal yang fantastis.

Dengan rekam jejak yang seperti ini, saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika Sandi memimpin Jakarta? Sandi memang pengusaha. Tapi pengusaha seperti apa dia? Rekam jejaknya sebagai pengusaha bagaimana? Justru, pengusaha punya motif bisnis yang kuat. Apalagi sebagai penguasa, ia punya keleluasaan untuk bertindak.

Pengusaha seperti apa Sandiaga Uno itu? Biarlah laporan Edward S Soeryadjaya yang bicara. Sebab, dengan keluarga sendiri saja tak bisa berdamai untuk urusan bisnis. Apalagi dengan warga Jakarta yang tak punya hubungan apa-apa dengannya.

Kita tunggu saja sejauh mana laporan tersebut bekerja. Kita harapkan polisi dengan cepat menindak lanjuti laporan tersebut.

@muhammad nurdin


Artikel Terkait

No comments:

Post a Comment