Thursday, September 22, 2016

Fahri dipermalukan AM Fatwa di ILC, Sampai mulutnya mau dilempar Microphone


DUNIA HAWA - Ketua Badan Kehormatan DPD RI, AM Fatwa sangat marah karena pernyataan nyeleneh dari Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah.

Hal tersebut terjadi pada waktu keduanya hadir di dalam salah satu acara di TV One, Indonesia Lawyer Club yang sedang membahas soal kasus operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Ketua DPD, Irman Gusman.

Fahri Hamzah memang sangat terkenal dengan celotehannya yang sangat menyayat hati dan terkesan sembrono jika berbicara.

Pada waktu acara ILC diselenggarakan, Fahri Hamzah menyatakan sebuah tuduhan yang dianggap sangat keji serta tak layak untuk bisa diucapkan oleh seorang pejabat negara.

Fahri Hamzah juga melontarkan protes soal pemecatan dari Irman Gusman karena dianggapnya untuk penangkapannya tak benar dan sudah melanggar UU MD3.

AM Fatwa Marah Besar


Mendengar pernyataan dari Fahri itu, AM Fatwa pun langsung marah besar sampai ingin melemparkan microphone yang dipegangnya ke mulut Fahri.

Ia sangat marah karena Fahri juga mengatakan kalau KPK sinting, begitu juga dengan Presiden Jokowi yang dikatakannya sinting juga.

Bahkan, lembaga kehormatan sekelas DPD pun juga tidak lepas dari tuduhan yang sangat keji dari Fahri.

“Saudara ini kan orang dari luar DPD, kenapa saudara melakukan intervensi, saudara ini sembarangan ,saya menasehati saudara supaya saudara ini mulutmu harimaumu , saudara sembarangan bilang jokowi sinting, tadi kpk juga dibilang sinting , coba kalau berani saudara bilang kepada saya sinting , saya lempar ini MIC “ teriak AM Fatwa pada Fahri Hamzah.



Fahri nilai Kinerja KPK Buruk


Sebelumnya, Fahri Hamzah mempertanyakan soal hasil dari kinerja KPK yang dianggapnya tak menunjukkan hasil yang baik. KPK sudah gagal membuat indeks korupsi di Indonesia turun.

“Kalau kita ini kemudian datang sebagai pahlawan moral, lalu dengan gagahnya mengatakan ‘rasain ya, biar jera’ sampai kapan? Sampai jumlah orang itu habis? Jadi, sampai kapan praktik ini?” ucap Fahri.

“Sementara, korupsi sebagai pengetahuan umum tidak kunjung terbentuk,” lanjutnya.

Kasus Raksasa dibiarkan KPK


Fahri turut mempertanyakan menganai kasus-kasus raksasa yang menurutnya tak ditindaklanjuti oleh KPK.

“Kasus Century, temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) yang tidak di-follow up, pengaduan-pengaduan orang dari lama itu,” terangnya.

Penangkapan Irman Gusman


Selanjutnya, Ia turut mengomentari soal penangkapan Irman Gusman yang dianggapnya bukan orang jahat.

“Irman Gusman tidak boleh dikategorikan sebagai orang jahat. Itu yang saya dari dulu bilang KPK, itu tidak bisa membedakan mana yang disebut dengan kejahatan dengan mana disebut kekeliruan,” tutup Fahri.

[oktrus]

Artikel Terkait

2 comments:

  1. Untuk memaksimalkan iklan anda, kami sarankan beriklan di situs iklan yang sangat cocok dengan usaha Anda. Coba Anda beriklan di : https://tinyurl.com/y7maug4a
    Sedikit mengeluarkan biaya tapi hasilnya memuaskan.

    ReplyDelete
  2. Untuk memaksimalkan iklan anda, kami sarankan beriklan di situs iklan yang sangat cocok dengan usaha Anda. Coba Anda beriklan di : https://tinyurl.com/y7maug4a
    Sedikit mengeluarkan biaya tapi hasilnya memuaskan.

    ReplyDelete